728x90

Breaking News Bray

Waspada Bahaya Meningitis



WuanjrotBray,-

Beberapa hari lalu, Indonesia kembali kehilangan satu musisi kebanggaan. Glenn Fredly yang meninggal di usia 44 tahun, diketahui mengidap meningitis. Bahkan sebelumnya juga sudah ada beberapa selebritas tanah air yang meninggal dunia, akibat penyakit ini.
Sebenarnya, apa itu penyakit meningitis? Bahayakah? Lalu bagaimana gejalanya, penularannya, dan mengatasinya? 
Mari kita coba mengupas mengenai penyakit ini, agar kita bisa lebih waspada,

Penyakit meningitis adalah peradangan meningen, yaitu peradangan yang terjadi pada pelindung yang menutupi selaput otak dan sumsum tulang belakang. Sebabnya bisa karena infeksi dari bakteri, virus, atau jamur yang ditularkan melalui percikan cairan hidung dan tenggorokan yang terciprat saat batuk atau bersin dari penderita meningitis.

Meningitis bisa juga disebabkan oleh penyakit primer pendahulu. Misalnya, pasien yang memiliki riwayat tuberkulosis paru, maka antibodinya akan melemah sehingga bisa menyebabkan kuman dapat menyebar ke otak dan dapat menyebabkan peradangan di selaput otak.

Dalam kasus lainnya, meningitis juga bisa terjadi bila seseorang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan benturan di kepala yang menyebabkan tulang kepala retak sehingga bakteri bisa masuk ke selaput otak 

Intinya, saat daya tahan tubuh menurun, maka sistem imun atau antibodi menjadi tidak maksimal dalam melawan infeksi, sehingga menyebabkan kuman dan bakteri menyebar hingga ke sumsum tulang belakang dan selaput otak.

Penyakit meningitis bisa menyerang siapa saja, segala usia. Namun yang paling rentan adalah bayi di bawah usia 1 tahun dan dewasa berusia lanjut. Karena, pada kelompok usia tersebut daya tahan tubunya sangat rentan. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan menjangkit ke kelompok usia remaja antara 15-24 tahun yang memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau sering mengunjungi klub malam dimana berada di tengah orang banyak juga bisa berpotensi tertular meningitis.

Gejala awal dari penyakit ini bisa berbagai macam, mulai dari nyeri kepala, nyeri otot, nyeri leher, mual, muntah, lesu, cepat mengantuk, dan nafsu makan menurun. Gejala lanjutnya yang lebih parah lagi adalah nyeri kepala yang berat, leher kaku, penurunan kesadaran, kejang, demam tinggi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan konsentrasi, hingga gangguan keseimbangan tubuh atau lumpuh. 

Gejala awal biasanya berkisar antara 1-2 minggu, yang apabila tidak ditindak lebih lanjut bisa menimbulkan gelaja lain yang lebih berat.

Apabila muncul gejala-gejala yang terindikasi meningitis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan analisis riwayat kesehatan. Selanjutnya didiagnosis melalui alat CT Scan atau MRI dan pengecekan darah. Setelah itu, dilakukan lumbal fungsi atau pengambilan cairan otak untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya meningitis karena virus, bakteri, atau jamur.

Pengobatan untuk penyakit meningitis bisa beragam tergantung penyebabnya. bisa antibiotik bila penyebabnya karena bakteri, bisa juga antivirus, dan anti jamur. Bisa juga diberi cairan melalui infus apabila pasien kekurangan cairan dalam tubuh atau pemasangan oksigen jika dibutuhkan.

Mengacu pada data WHO atau Badan Kesehatan Dunia, resiko kematian yang terjadi pada pasien meningitis yang sudah melakukan terapi dan pengobatan adalah 20-30% pada bayi usia di bawah 1 tahun, dan 2% untuk usia anak yang lebih besar di atas 1 tahun, dan untuk orang dewasa resikonya mencapai 19-37%. 

Untuk pengobatan meningitis, pasien dianjurkan rawat inao untuk pemeriksaan secara komprehensif. Pasien yang dinyatakan sembuh dari meningitis, tetap harus melakukan kontrol rawat jalan untuk mencegah potensi komplikasi lanjutan. 

Sebagai upaya pencegahan untuk resiko terjangkit meningitis, pada bayi bisa dilakukan imunisasi MMR, cacar, dan PCV. Orang dewasa juga bisa melakukan vaksin meningitis, terutama untuk yang akan melakukan perjalanan ibadah haji atau umroh. Selain itu, pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, tidak merokok, berolahraga yang cukup, rutin cuci tangan, hindari sharing barang dengan orang lain (karena kita tidak pernah tahu orang tersebut memiliki meningitis atau virus lain), hindari daerah atau tempat dengan kasus meningitis yang tinggi.

Selamat hidup sehat!
Comments
0 Comments

No comments