728x90

Breaking News Bray

Mahar Politik, Dedi Mulyadi Diminta 10M Oleh Golkar

WuanjrotBray,- Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka-bukaan tentang adanya permintaan mahar sebesar Rp 10 Miliar dari Golkar. Hal ini disampaikan saat berorasi di hadapan kader DPD Golkar Jabar terkait pencalonannya maju Pilgub. Mahar politik itu diminta oleh salah seorang oknum yang mengaku bisa memuluskan pencalonannya di Pilgub Jabar 2018.



"Dengan tegas dia katakan kalau anda tidak kasih Rp 10 miliar jangan menyesal anda tidak dapat apa-apa," ujar Dedi di DPD Golkar Jabar, Bandung, Selasa (26/9).

Dedi Mulyadi mengaku ditelepon oleh orang misterius yang mengaku dekat dengan pengurus Golkar dan meminta uang sebesar Rp 10 miliar. Permintaan mahar itu berkaitan dengan surat rekomendasi yang dikeluarkan DPP Golkar atas nama Dedi.

"Dengan tegas dia katakan kalau Anda tidak kasih Rp 10 miliar jangan menyesal anda tidak dapat apa-apa," ujar Dedi di DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9).  



Ada perbedaan antara mahar politik dengan biaya pendaftaran. Mahar politik itu seperti imbalan untuk parpol. Sementara biaya pendaftaran adalah biaya administrasi dan juga survei yang dilaksanakan oleh parpol pengusung.

Dalam pasal 47 UU Nomor 8/2015 disebutkan:

(1) Partai Politik atau gabungan Partai Politik dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun pada proses pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

(2) Setiap partai politik atau gabungan partai politik yang terbukti menerima imbalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan denda sebesar 10 (sepuluh) kali lipat dari nilai imbalan yang diterima.

Sampai saat ini DPP Golkar balik menantang Dedi untuk membongkar pihak yang meminta mahar.

Bahasan mengenai mahar politik kerap disinggung saat seseorang hendak maju dalam pesta politik. Salah satu rival Dedi, yakni Ridwan Kamil mengaku tidak memberi mahar apa pun pada parpol yang mengusungnya.

"Saya saja nggak punya duit. Mau mahar dari mana? Saya bukan wali kota yang suka berproyek," ujar Kang Emil, Selasa (19/9).

Lalu bagaimana dengan cagub lainnya?

4 comments:

  1. Bener tuh kata kang Emil hanya wali kota yang suka berproyek kalo mau main mahar

    ReplyDelete
  2. Kalo punya uang 10M bener bener mau mahar ga ya? Kang emil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan mau memberikan oknum itu uang 10M itu tidak menjamin terpilih sebagai walikota ,dan itu pun bukan lah cara yg bersih untuk menjadi calon walikota

      Delete
  3. Jangan mau memberikan oknum itu uang 10M itu tidak menjamin terpilih sebagai walikota ,dan itu pun bukan lah cara yg bersih untuk menjadi calon walikota

    ReplyDelete