728x90

Breaking News Bray

TVONE Akan Tayangkan Kembali Film G30S/PKI

WuanjrotBray,- Stasiun televisi swasta nasional tvOne dikabarkan akan menayangkan film Pengkhianatan G30S/PKI pada September 2017. Rencana penayangan hari Jumat, 29 September 2017. Alasannya adalah film tersebut untuk pembelajaran bagi generasi muda tentang apa yang terjadi pada tahun 1965, di mana anak-anak sekarang banyak yang belum lahir.



Seperti diketahui, pemutaran kembali film G30S/PKI tengah menarik perhatian publik. Kontroversi pun muncul soal itu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

Sebelumnya, film yang disutradarai Arifin C. Noer itu ditayangkan di stasiun televisi TVRI setiap tahun saban 30 September. Namun, sejak 1998 ketika era reformasi bergulir, film berdurasi sekitar empat jam tersebut tak lagi ditayangkan. Menurut Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah beralasan, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi saat itu.

Dr. Amoroso Katamsi adalah pemeran Soeharto dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI. Ketika ditanya, umur berapa beliau ketika memerankan Soeharto. Dijawabnya ketika dimulai shooting tahun 1981 beliau berumur 43 tahun. Lalu ditanya lagi umur berapa saat peristiwa G 30 S PKI terjadi . Beliau menjawab spontan umur 27 tahun.


 Pak Amoroso menjelaskan bahwa dia ingat betul saat itu di pagi hari tanggal 1 Oktober 1965 sekitar jam 7 pagi, RRI menyiarkan pidato Letkol Untung yang mengklaim bahwa ada gerakan 30 September serta pembentukan Dewan Revolusi, kemudian mendemisionerkan kabinet, dll. Pokoknya seperti yang ditulis dalam buku- buku sejarah.

Jajang C . Noor adalah istri almarhum Arifin C . Noor sang sutradara film G 30 S PKI, malam ini juga dihadirkan di iNews TV. Saat pembuatan film tersebut, Jajang menjadi pencatat adegan. Dia bercerita bahwa suaminya melakukan riset selama 2 tahunan untuk membuat film itu.
Semua istri para pahlawan revolusi diminta menceritakan kejadian yang mereka alami saat rumah mereka mendadak didatangi pasukan Tjakra Bhirawa . Para ibu itu didampingi putra dan putrinya yang ikut menjadi saksi hidup.

Khusus ibu Ahmad Yani yang malam itu tidak sedang berada di rumah, karena sedang di rumah dinas, kesaksian diberikan oleh anak- anak beliau. Bahkan ibu Ahmad Yani sampai nyaris pingsan ketika mengetahui bagaimana kematian suaminya.

Menurut Jajang, setiap peristiwa penculikan jendral shootingnya selama 1 minggu. Misalnya serangkaian shooting peristiwa penculikan dan pembunuhan Jendral Ahmad Yani, waktunya satu minggu. Shooting kejadian di rumah Pak Nasution juga satu minggu, begitu pula shooting di rumah korban yang lainnya.

Uniknya, shooting schene penculikan secara tidak sengaja selalu tepat pada malam Jumat. Sama dengan kejadian sebenarnya yang terjadi pada Kamis malam Jumat. Setiap shooting film, anggota keluarga jendral yang bersangkutan selalu hadir untuk menyaksikan adegan demi adegan, untuk memastikan akurasinya.

Sebelumnya, film yang disutradarai Arifin C. Noer itu ditayangkan di stasiun televisi TVRI setiap tahun saban 30 September. Namun, sejak 1998 ketika era reformasi bergulir, film berdurasi sekitar empat jam tersebut tak lagi ditayangkan. Menurut Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah beralasan, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi saat itu. 

No comments