Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KIsah Menyedihkan Si Kecil Ade Irma Suryani

WuanjrotBray,- Nama Ade Irma Suryani Nasution memang tak bisa dipisahkan dalam peristiwa paling kelam sejarah Indonesia.Putri kecil dari Jendral AH Nasution itu menjadi korban kebiadapan pasukan Cakrabirawa yang menerobos masuk ke rumahnya 1 Oktober 1965 sekitar pkl 03.45. 
Pasukan Cakrabirawa dengan beringas menembaki pintu kamar tidur. Hingga menyebabkan beberapa peluru menembus punggung si kecil Ade. Tembakan yang mengenai punggungnya itu menembus sampai limpa.




6 Oktober 1965, Ade Irma Suryani menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD, setelah dirawat selama 6 hari dan dilakukan tindakan operasi berkali-kali untuk mengeluarkan timah panas yang bersarang di limpanya. 

"Papa...apa salah adek?" demikianlah kalimat yang tertulis di lukisan Ade Irma Suryani dengan latar belakang Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Museum Jendral AH Nasution di Jl Teuku Umar 40 Menteng.
Ade Irma Suryani tak pernah memeroleh jawaban atas pertanyaan tersebut.



Gadis mungil berusia 5 tahun yang tak berdosa itu harus merelakan nyawanya melayang di tangan pasukan Cakrabirawa yang mengincar ayahnya. 

AH Nasution yang selamat dalam peristiwa itu melukiskan perasaannya lewat sebaris kalimat yang tertulis di nisan Ade Irma.
"Anak Saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului gugur sebagai perisai Ajahmu"



Atas saran Ibu Nasution, sang Jendral melompat pagar Kedubes Irak bersembunyi di belakang tong untuk menyelamatkan diri dari penculikan dan pembunuhan.



Dalam peristiwa yang terjadi pada dini hari 1 Oktober 1965 tersebut, ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tendean juga ikut menjadi korban. Ia diculik lalu dibunuh di Lubang Buaya.



Saat ini kediaman Jendral Abdul Haris Nasution di Jl. Teuku Umar 40, Menteng, Jakarta Pusat , sudah dialihfungsikan menjadi Museum Jenderal AH Nasution. Rumah bergaya kolonial yang telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Desember 2008 lalu.

Post a Comment for "KIsah Menyedihkan Si Kecil Ade Irma Suryani"