728x90

Breaking News Bray

Kirim Surat Ke Camat, Staf Khusus Milenial Andi Taufan Terancam Dipecat



WuanjrotBray,-

Presiden Joko Widodo mendapat desakan dari berbagai pihak untuk segera mencopot jabatan Andi Taufan Garuda Putra sebagai staf khusus milenial presiden.

Pasalnya, Andi Taufan dianggap menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.
Hal ini awalnya dipicu oleh kemunculan surat yang ditujukan kepada camat seluruh Indonesia, yang berisi permohonan mengenai dukungan edukasi dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) dalam . rangka penanganan wabah virus corona (COVID-19). Namun kegiatan tersebut diketahui dilakukan oleh PT. Amartha Mikro Fintek yang mana merupakan perusahaan pribadi Andi Taufan.



Surat yang ditandatangani langsung oleh Staf Khusus Presiden RI tersebut, dikeluarkan tanggal 1 April 2020, menggunakan Kop Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, dengan tembusan ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Menurut peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch), Egi Primayogha, surat tersebut tidak dapat dibenarkan, karena berpotensi memiliki konflik kepentingan. Egi juga menilai, Andi Taufan sebagai pejabat publik, tidak berpegang pada prinsip etika publik. 

Egi menambahkan, konflik kepentingan itu sendiri tidak selalu diartikan dengan upaya untuk mendapatkan keuntungan material semata, namun segala hal yang mengarah pada kepentingan diri, keluarga, perusahaan pribadi, dan partai politik. Dan hal tersebut bisa menjadi celah terjadinya korupsi.

Selain ICW, Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalan, Feri Amsari juga menyebutkan, jika peristiwa ini motifnya untuk mencari keuntungan dengan menyalahgunakan kekuasaan maka dapat digolongkan sebagai tindak korupsi sesuai dengan bunyi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukum mati karena dipraktekan di tengah situasi bencana, seolah-olah memanfaatkan keadaan dan mencari keuntungan dari penderitaan publik. 

Terkait kejadian ini, Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara tertulis pada Selasa, 14 April 2020. Andi juga menyampaikan tujuan dari pengiriman surat tersebut adalah untuk bergerak cepat membantu mencegah dan menanggulangi wabah virus corona (COVID-19) di desa. 
Andi menjelaskan, aktivitas yang dilakukan perusahaan pribadinya dalam memerangi COVID-19 di tingkat desa merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 


Selain menyampaikan permohonan maaf, Andi berjanji akan menari kembali surat tersebut.

  
Comments
0 Comments

No comments