728x90

Breaking News Bray

Klarifikasi Kondisi Abah Tono, Penghasilan 1.500 Rupiah.... Tapi Bohong!!!




WuanjrotBray,-

Setelah Ferdian Paleka, Youtuber yang melakukan prank sembako sampah, tertangkap Jumat lalu. Tagar #tapibohong mulai jadi trending topic di media sosial.

Tapi kali ini, bukan tentang berita dari youtuber tersebut. Tapi berita klarifikasi dari Abah Tono, pemulung yang sempat viral karena hanya berpenghasilan 1.500-2.000 rupiah per harinya itu, ternyata tidak benar-benar memiliki kehidupan yang sulit.
Sejak viral beberapa hari lalu, banyak orang yang tersentuh hatinya setelah menonton video berdurasi pendek yang menayangkan tentang kisah hidup Abah Tono, seolah diingatkan tentang rasa syukur dan besar hati tentang kesulitan hidup yang dialami. Hati-hati dermawan pun mulai terketuk, hingga akhirnya banyak orang yang mendatangi kediaman Abah Tono yang berada di Kampung Sondiri RT. 02 RW. 07 Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, untuk memberikan donasi.

Namun, bak kena prank ternyata kenyataan yang ada di depan mata seolah berbandung terbalik dengan pengakuan Abah Tono. Diketahui Abah Tono tinggal di rumah permanen bertingkat dua, meskipun pembangunanya belum selesai sepenuhnya. Bahkan ia juga memiliki kendaraan roda dua. Meskipun kepada salah seorang donatur Abah Tono mengaku bahwa ia hanya numpang di rumah tersebut, karena rumah itu milik anaknya.

Kepala Desa Pangauban, Enep Rusna, menuturkan dahulunya pekerjaan Abah Tono adalah tukang kebun, sepulang berkebun selalu terlihat lusuh, seringkali ada orang yang iba dan akhirnya memberikan sejumlah uang yang relatif besar. Semenjak itu, ia tidak pernah lagi berkebun dan hanya duduk-duduk di pelataran toserba (toko serba ada) dengan berbekal barang-barang rongsokan dalam karung, berharap pemberian orang lain. 

Terkait pemberitaan yang viral, tetangga yang tinggal di sekitaran rumah Abah Tono mulai resah dan tersinggung. Terutama banyak tetangga lain yang lebih memerlukan bantuan, ditambah lagi tersinggung karena seolah-olah masyarakat sekitar tidak peduli dengan kondisi Abah Tono terkait pengakuannya mengenai penghasilan yang sangat minim.

Keluarga Abah Tono juga rutin mendapatkan bantuan non tunai dari pemerintah, ditambah bantuan sembako dari seorang pengusaha setiap bulan. 

Dari kejadian ini, banyak pihak yang akhirnya membatalkan donasi untuk Abah Tono dan memilih untuk mengalihkan donasi pada target lain yang lebih membutuhkan.

Bagaimana pendapat Anda?


Comments
0 Comments

No comments